iklan Sherrin Tharia Zola, saat mengunjungi keluarga yang ditinggalkan Aliya Zipara Humaira.
Sherrin Tharia Zola, saat mengunjungi keluarga yang ditinggalkan Aliya Zipara Humaira.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj.Sherrin Tharia Zola mengunjungi keluarga yang ditinggalkan Aliya Zipara Humaira, balita pengidap jantung bocor yang telah berpulang ke pangkuan Tuhan Yang Maha Kuasa (8/9) lalu, di RT 22 Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Sherrin mengmukakan, maksud kedatangannya tidak lain untuk mensupport keluarga yang ditinggalkan Aliya, terutama kedua orangtuanya. "Saya datang untuk men-support keluarga yang ditinggalkan," ujar Sherrin Tharia Zola.

"Sebelumnya, saya sudah sempat kenal dengan keluarga almarhumah. Ini bentuk simpati saya, saya ikut merasakan bagaimana rasanya kehilangan. Mudah-mudahan keluarga ditabahkan, insyaallah kedepannya Allah memberikan bonus lebih kepada keluarga yang ditinggalkan," jelas Sherrin.

Pada kesempatan tersebut, Sherrin juga memberikan santunan kepada kedua orangtua Aliya.

Kedua orangtua Aliya Zipara Humaira, Dedi (30 tahun) dan Dewi (30 tahun) menjelaskan, Aliya Zipara Humaira berumur 2 tahun 11 bulan. Aliya diketahui mengidap jantung bocor dari umur 6 bulan.

Dedi dan Dewi mengatakan, awalnya Aliya dirawat di rumah dan berobat ke rumah sakit di Jambi, dan selama masa hidup Aliya, segala upaya sedaya mampu kedua arangtua dan keluarga yang membantu, telah dilakukan untuk mengobati Aliya, selain pengobatan medis, juga pengobatan alternatif.

Dedi dan Dewi menerangkan, Aliya dibawa berobat ke Rumah Sakit Harapan Kita (Jakarta) setelah umur 1 tahun 3 bulan, mulai dari umur 1 tahun 3 bulan sampai menjelang meninggal diperiksa (kontrol) dan dioperasi di Rumah Sakit Harapan Kita.

"Aliya dioperasi tanggal 1 september 2016 dan hanya sekali operasi. Menurut dokter, kalau pembuluh darah sebelah kiri Aliya ada, bisa 2 kali dioperasi, tetapi karena pembuluh darah sebelah kiri tidak ada,operasi hanya sekali, dan kondisi pembuluh darah sebelah kiri itu tidak ada adalah bawaan lahir," tutur Dedi dan Dewi.

"Aliya meninggal tanggal 9 September 2016, meninggal di Jakarta di Rumah Sakit Harapan Kita. Anak kami dikuburkan di Kebun Daging, Mayang, dekat Rumah Sakit Abdul Manap," ungkap Dedi dan Dewi.

Dedi dan Dewi mengucapkan terimakasihatas kepedulian Sheriin Tharia kepada Aliya Zipara Humaira dan keluarga selama ini. "Sebelum puasa, Bu Sherrin juga pernah datang ke sini," pungkas Dewi. (wan/hms)


Berita Terkait