iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK 500 tenaga honorer di Kemenag Tanjab Timur, terancam tidak digaji selama satu semester. Ini merupakan imbas dari rasionalisasi anggaran yang dilakuka pemerintah pusat.

Kakemenag Tanjabtim, H.M Umar Yusuf melalui Staf Pengadaan Seksi Pendidikan Madrasyah, Aris belum lama ini mengatakan, tenaga honorer fungsional tersebut tersebar di MI, MTS dan MA.

"Ini disebabkan Pemerintah Pusat melakukan penghematan anggaran, sehinga anggaran Kemenag terkena rasionalisai," jelasnya.

Namun Dia menegaskan, gaji honor tenaga fungsional ini selama satu semester itu tidak hilang atau dihapuskan, namun akan dibayarkan oleh Pemerintah Pusat dengan cara dirapel.

"Tahun 2016 ini anggaran pada pos Kemenag terkena rasionalisasi oleh Pemerintah Pusat, sehingga pada enam bulan kedepan kami belum dapat memberikan gaji honor terhadap tenaga fungsional," terangnya.

Gaji honorer tetap akan diberikan, namun pada tahun 2017 mendatang. Pembayarannya pun dilakukan dengan cara dirapel, berdasarkan gaji tahun lalu.
"Tahun depan para honorer akan menerima gaji dua kali lipat, karena tahun ini kan sama sekali tidak menerima gaji," bebernya.
Setiap bulannya, besaran honor yang diterima tenaga honorer fungsional sebesar Rp 250 ribu. Tahun-tahun sebelumnya gaji honorer diterima per enam bulan. (yos)


Berita Terkait



add images