iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Bupati Kerinci H Adirozal meminta BNPB pusat ikut menyuarakan jalan evakuasi di Kerinci, dari Pauh Tinggi, Kecamatan Gunung Tujuh ke Kabupaten Muara Bungo.

Hal ini diungkapkan Bupati saat acara penyusunan rencana kontijensi menghadapi ancaman bencana longsor dan banjir yang diselenggarakan BNPB di ruang pola Bupati Kerinci.

Orang nomor satu di Kerinci ini menjelaskan, Kabupaten Kerinci rawan bencana banjir, longsor dan gunung meletus. Jalan keluar dari Kerinci hanya ada tiga, yakni, arah Merangin, Pesisir Selatan dan Muara Labuh.

Namun hanya jalan ke Merangin dan Pesisir Selatan yang bisa digunakan, jika gunung meletus, karena Muara Labuh juga merupakan daerah yang terdampak gunung meletus.

Sayangnya untuk menuju jalan keluar tersebut tetap melewati satu jalur, Kayu Aro-Sungaipenuh. Sehingga jalur tersebut tidak akan mampu menampung kendaraan yang membawa pengungsi dari kayu aro yang berjumlah 56 ribu jiwa. 

"Jalan satu-satunya jalan yang tengah (Kayu Aro-Sungaipenuh)," ujarnya.

Untuk itu pihaknya mengharapkan peran BNPB dalam ikut menyuarakan jalan evakuasi ke pusat. "Saya sampaikan ke BNPB agar ikut suarakan ke pusat tentang pentingnya jalan evakuasi," ucapnya.

Terkait proses pengajuan jalan evakuasi ini, Bupati menyebut jalan evakuasi sudah masuk RPJMD Provinsi Jambi dan sudah masuk prioritas Provinsi Jambi. "Kita sudah ajukan, Alhamdulillah masuk RPJMD," pungkasnya. (dik)


Berita Terkait



add images