JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Banyaknya pengerjaan proyek yang tidak selesai dan asal jadi yang dikerjaka oleh pihak rekanan (kontraktor, red) menjadi sorotan tajam bagi Pemda Bungo dan para anggota dewan. Pasalnya, menurut mereka hingga saat ini sudah banyak laporan masyarakat dan LSM terkait penggerjaan baik berupa bangunan maupun jalan yang dikerjakan asal jadi.
Salah satu contoh yang kini menjadi sorotan yakni Jalan Lingkungan (Jalin) yang berada tepat di samping kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bungo dan di samping rumah Sekda Kabupaten Bungo. Pengerjaan yang diselesaikan akhir tahun 2015 lalu diduga asal jadi. Bahkan hingga masa pemeliharaan habis tak kunjung mendapatkan sentuhan perbaikan dari pihak rekanan yang mengerjakan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Bungo, Yendra, saat dikonfirmasi mengakui adanya kerusakan tersebut. Dirinya menyebutkan itu merupakan proyek anggaran 2015, proyek pengaspalan jalan lingkungan di Kelurahan Pasir Putih yang juga berada di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Bungo itu merupakan bagian kecil dari proyek yang dikerjakan oleh PT Nurita Sari Pratama (NSP).
Itu proyek tahun 2015 dengan anggaran dana sekitar Rp7 Milyar lebih. Selain itu, PT NSP dengan kontraktornya Zakaria, dirinya mendapat jatah untuk mengaspal jalan lingkungan di kabupaten Bungo dalam tahun 2016 ini sebanyak 17 titik yang tersebar di beberapa Kecamatan, kata Yendra saat ditemui di kantornya.
Terkait hal tersebut, Ridwan Is, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bungo saat dikonfirmasi mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bungo, akan serius untuk menindak tegas kontraktor kontraktor nakal yang diduga mengerjakan proyek asal jadi.
Kami (Pemda, red) tidak segan segan melakukan pemblacklisan kepada kontraktor yang tidak serius dalam pengerjakan proyek di Wilayah Kabupaten Bungo, termasuk kontraktor yang mengerjakan proyek jalan di samping rumah saya dan yang berada tepat disebelah kantor Dishub,kata Sekda, saat dikonfirmasi. (hnd)
