iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Tercatat delapan puskesmas perawatan dan sembilan puskesmas pembantu di Tanjabtim, keseluruhan masih belum dilengkapi pengolahan limbah.

Kadinkes Tanjabtim, Samsiran Halim mengaku, ketidaktersediaanya tempat pembuangan limbah terkait dengan IPAL. Sementara untuk kondisi geografis Tanjabtim merupakan daerah rawa yang sangat sulit untuk pembuatan IPAL.

"Jangankan pembuatan IPAL, membuat septictank saja kita sudah kewalahan karena kondisi tanah rawa," keluhnya.

Apalagi dalam pengelolaan limbah mulai dari kepengurusan yang cukup lama, hingga memerlukan dana yang tidak sedikit. Meskipun demikian, pihaknya tetap mengajukan kepengurusan dan gelontoran dan kepusat.

"Hanya saja kalau daerah rawa-rawa seperti Kecamatan Kuala Jambi sangat sulit. Limbah itukan, ada sistem collecting," ujarnya.

Untuk ketersediaan tempat pengolahan limbah puskesmas yang ada di Tanjabtim boleh dibilang tidak tersedia sama sekali. Selama ini penanggulangan limbah dilakukan dengan cara dikumpulkan terlebih dahulu baru kemudian dibakar.

"Dampak lingkungan sampai saat ini belum ada keluhan terkait limbah tersebut, namun kami tetap berupaya agar tempat pengolahan limbah diadakan," tutupnya.(yos)

 


Berita Terkait



add images