iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Jambi di 2017 mendatang siap-siap kencangkan ikat pinggang. Pasalnya ada dua program Pemprov Jambi yang sedang dibahas untuk dimasukkan ke dalam RPJMD 2016-2021 akan menghabiskan dana APBD Pemprov Jambi lebih kurang Rp 626.700.000.000.

Program itu ialah program 1 kecamatan 1 eskavator dan program dana desa. Untuk program eskavator saja menghabisakan dana lebih kurang Rp207 M. Program dana desa akan menghabisakn dana kurang lebih Rp419,7 M.

Ditambah lagi dana untuk bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Jika berkaca pada APBD 2016 ini, bidang infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan dialokasikan sebesar Rp 930,644 M atau setara dengan 46,54 persen dari total APBD. 

Kemudian bidang pendidikan sebesar Rp 279,605 M atau setara dengan 20,44 persen dari total APBD tahun 2016. Sementara di bidang kesehatan dialokasikan anggaran sebesar Rp 357,012 M atau setara dengan 10,00 persen dari total APBD 2016.

Di beberapa bidang itu saja sudah menghabiskan dana sebesar Rp 2.182 Triliun. Sedangkan APBD Pemprov Jambi setelah dirasionalisasikan hanya Rp 3,570 M. Artinya, hanya tersisa 1.389 T APBD yang akan dibagi-bagi untuk SKPD lain. Apalagi Pemprov Jambi di 2016 ini akan mengelola SMA/SMK. 

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston berharap program-program unggulan yang diusulkan oleh Pemprov Jambi tidak mengganggu program-program yang selama ini menjadi kewajiban SKPD. Untuk tu dewan meminta Pemprov Jambi mengkaji ulang program eskavator dan dana desa.

Dinas PU saja dana yang akan dibutuhkan itu mencapai Rp 1,1 T. Apalagi nanti ada pembiayaan SMA/SMK. Jadi, kalau sisa dana dari program unggulan itu tidak cukup membangun infrastruktur kita, tegasnya. (fth)


Berita Terkait



add images