JAMBIUPDATE.CO, KERINCI- Aset PDAM Tirta Sakti Kerinci di Kota Sungaipenuh dalam waktu dekat akan diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Sungaipenuh. Pasalnya Pemkot Sungaipenuh akan mengelola PDAM sendiri dan tidak bergabung lagi dengan Kabupaten Kerinci.
Walikota Sungaipenuh, Asafri Jaya Bakri (AJB) mengatakan, aset PDAM akan diserahkan Kabupaten Kerinci ke Pemkot Sungaipenuh. Namun disayangkan pihaknya, sebelum berpisah seluruh instalasi PDAM, berupa IPA, Intake yang berada di Kabupaten Kerinci diperbaiki. Sedangkan yang berada di Sungaipenuh dibiarkan.
"Seperti intake di Hamparan Rawang tidak dilanjutkan pembangunannya," ucapnya.
Disebutkannya seharusnya sebelum diserahkan ke Kota Sungaipenuh, seluruh instalasi, baik di Kerinci san Sungaipenuh diperbaiki. "Rencananya enam bulan kedepan berpisah," ujarnya.
Terkait hal ini dirinya sudah mengirimkan surat ke PDAM Tirta Sakti agar instalasi, seperti di Hamparan Rawang dilanjutkan pembangunannya. "Saya sudah kirim surat ke PDAM," ucapnya.
Sementara itu, Peltu Dirut PDAM Tirta Sakti, Erwan saat dikonfirmasi membenarkan adanya surat Walikota Sungaipenuh ke PDAM yang meminta agar instalasi di Hamparan Rawang dilanjutkan. Namun dirinya tidak ingat tanggal berapa surat itu masuk ke PDAM. "Ya, ada surat Walikota masuk, tapi saya tidak ingat tanggal berapa," ujarnya.
Terkait dengan pembangunan instalasi di Hamparan Rawang dirinya belum tahu persis apakah pembangunan tersebut menggunakan dana Provinsi atau Pusat, karena belum ada laporan dari Direktur Teknis.
Disebutkannya, jika itu dana dari Provinsi, maka akan disampaikan surat ke PU Provinsi untuk melanjutkan pembangunan Instalasi di Hamparan Rawang. "Nanti permintaan Walikota akan kita sampaikan dan diajukan ke Pusat atau Provinsi agar pembangunan instalasi di Hamparan Rawang bisa dilanjutkan. Kita juga minta bantuan Pemkot agar secara bersama meminta Pemerintah Provinsi maupun Pusat bisa melanjutkan pembangunan tersebut," ujarnya.
Erwan menyebutkan, adanya pembangunan instalasi yang dibangun di Kerinci itu tidak ada hubungannya dengan akan diserahkan PDAM ke Kota Sungaipenuh, karena pembangunan instalasi tersebut bukan dana dari daerah melainkan bantuan Provinsi dan Pusat.
"Pembangunan instalasi dana dari Provinsi dan Pusat, bukan dari (daerah,red). Kita cuma bisa mengusulkan," sebutnya. (dik)
