JAMBIUPDATE.CO, MUARABULIAN - Akibat dari salah satu proyek provinsi senilai 9 Milyar, salah satunya yakni pelebaran Jembatan Desa Sungai Buluh Dusun Kampung Tengah Kecamatan Muarabulian, yang dikerjakan PT Adhi Bina Inti, 50 hektar lahan padi milik petani terendam. Genangan air tersebut, hingga lokasi persawahan depan rumah dinas Bupati Batanghari.
Hal tersebut disebabkan kayu penunjang jembatan menghambat sampah yang mengalir bersama air dibawah jembatan. Pada musim hujan saat ini, debit air semakin tinggi karena terhambat sampah.
"Tanaman sayur yang kami tanam, sejak adanya pengerjaan jembatan ini, semuanya mati. Kini hanya tinggal tanaman padi, jika terus terendam air, padi yang baru kami tanam pasti mati. Pihak rekanan tidak memikirkan petani, mereka seenaknya kerja namum petani merugi," kesal petani yang enggan dituliskan namanya.
Terpisah pengawas proyek pelebaran Jembatan Sungai Buluh, Pak Mul, mengaku sudah memberitahu pihak rekanan atas kejadian tersebut.
"Secepatnya anak buah turun kelokasi untuk membersihkan sampah yang ada. Kami akan terus standby di sini, jika turun hujan anggota siap diterjunkan membersihkan sampah sebagai penghalang air," janjinya.
Dijelaskannya, saat ini masih dalam masa pengerjaan, jika kayu penunjang jembatan di buka, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kondisi cor betonnya masih baru.
" Itu kan baru, kalau kayu penunjang dilepas, kan bahaya itu," tandas Mul. (adi)
