JAMBIUPDATE.CO,KUALATUNGKAL - Terbongkarnya kasus vaksin Palsu yang sempat meresahkan warga khususnya para ibu rumah tangga di Tanjabbar, membuat Dinkes Tanjabbar angkat bicara.
Bahkan Kepala Dinkes meyakinkan, hingga saat ini, khususnya Tanjabbar belum pernah ditemukan kasus vaksin palsu baik di Puskesmas maupun RSUD.
"Selama ini kita selalu berkoordinasi dengan Dinkes Propinsi terkait pembelian semua jenis obat. Baik itu dari jarum suntik hingga vaksin yang diperuntukan para balita. Kita selalu mendatangkan obat-obatan melalui Dinkes Propinsi yang lansung berkoordinasi dengan pusat. " ujar Kepala Dinas Kesehatan Tanjabbar, Ahmat Putra, Rabu (20/7).
Untuk itu, Dia menghimbau bagi masyarakat khususnya para ibu-ibu rumah tangga untuk tidak khawatir akan adanya vaksin palsu. Segeralah melaporkan jika balita atau anak menderita demam tinggi atau gejala vaksin palsu setelah melakukan pertobatan ke pihak terkait.
"Saya harap warga jangan terlalu khawatir, sebab untuk Propinsi Jambi tidak pernah mengambil obat dari pihak lain selain rekomendasi pusat," tuturnya.
Ia juga menegaskan, selama kasus vaksin palsu mencuat, pihak Dinkes baik Propinsi maupun kabupaten sudah melakukan pemantauan terhadap obat-obat yang sudah didatangkan. Terlebih langkah Dinkes terhadap Rumah Sakit dan puskesmas yang ada di daerah untuk melakukan pemantauan.
"Selama ini pukesmas menyatakan aman, tidak ada keluhan, bahkan kita tidak pernah mendapat laporan akan gejala vaksin palsu di tanjabbar, "pungkasnya. (sun)
