iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO,MUARASABAK  Nasib 31 guru honorer Kategori 2 (K2) di Tanjab Timur, terkatung-katung. Bahkan, Rabu (20/7) mereka meminta kejelasan kapan dapat diangkat menjadi PNS. Pasalnya hingga kini 31 guru honorer K2 ini sudah mengadukan permasalahan mulai dari bupati sebelumnya, Sekda hingga Kadisdik.

Nipriyati, guru honorer K2 yang mengajar di SMK 4 Tanjabtim, Kelurahan Simpang Tuan, Kecamatan Mendahar Ulu, mengaku telah menjadi guru honorer K2 sejak 2005.

"Sebelumnya Saya pernah mengajar di Kabupaten Muarojambi dari tahun 2003 hingga tahun 2004. Lalu tahun 2005 sampai sekarang Saya mengajar di Tanjabtim," katanya, Rabu (20/19).
Bahkan dirinya pernah mendatangi kantor BKN perwakilan Palembang untuk mempertanyakan kejelasnnya. Bahkan disebutkan bakal ada revisi pegawai honorer K2.

"Tapi pas revisi Saya tidak dikasih tahu, lulus tapi NIP tidak keluar," terangnya.

Walaupun belum diangkat menjadi PNS, Dia tetap melaksanakan aktifitasnya sehari-hari. Baginya yang terpenting ikut mencerdaskan siswa didiknya.

"Sambil berharap Saya dan kawan-kawan lain yang belum diangkat, tetap bisa diangkat menjadi pegawai," harapnya.
Sementara Kadisdik Tanjabtim, Feri Marjono mengungkapkan, sebenarnya 31 guru honorer K2 ini telah dinyatakan lulus, namun NIP tidak keluar sehingga belum bisa diangkat menjadi PNS.
"Kami kembali akan membuat laporan ke BKN, mudah-mudahan tahun 2017 mendatang ada kuota penerimaan PNS," jelas PNS. (yos)


Berita Terkait



add images