iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, MUARABULIAN - Puluhan warga Suku Anak Dala (SAD) di Kabupaten Batanghari terkena penyakit kulit. Ada juga yang terkena penyakit kusta dan rabies. 
 
Kepala Puskesmas Penerokan Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Ns Umar, mengatakan, kebiasaan melangun (berpindah) serta gaya hidup orang SAD ini menjadi faktor utama rentannya penyakit menyerang, seperti Penyakit Kulit, Diare, DBD,Kusta dan Rabies, yang akhir ini dialami Warga SAD Didesa Bungku. 
 
"Pola hidup yang tidak bersih bagi warga SAD ini menjadi faktor utama rentannya terserang penyakit, apa lagi terhadap anak anak yang daya tahan tubuhnya lemah," ujar Umar.
 
Disela itu pemberian pengobatan terhadap suku anak dalam ini, menjadi sebuah kesulitan tenaga medis di lapangan karena Warga SAD ini tidak mau untuk disuntik. 
 
"Kalau disuntik warga SAD ini tidak ada yang mau, ini menjadi kewalahan kami. Ya, terpaksa diberikan obat lain," tuturnya.
 
Sementara itu, Kabid P2PL Dinas Kesehatan Batanghari Almi Cab,S.Km menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari yang menaungi Puskesmas dibawahnya, terdapat 3 Puskesmas yang melayani kesehatan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba. 
 
Warga Suku Anak dalam terdapat pada tiga wilayah kesehatan, yakni Puskesmas Luncuk, warga SAD Nya dari wilayah perbatasan bukit 12. Sementara Puskesmas Sungai Rengas, terdapat warga SAD dari Kejasung, Tebing Tinggi, Tebing Jaya dan Puskesmas Penerokan menaungi kesehatan Warga SAD Dari Desa Bungku.
Dari Puskesmas Penerokan terdapat 75 orang pasien penderita penyakit kulit, belum lagi ditambah dari pasien Puskesmas lain. Pihak Dinas Kesehatan, selalu menerima laporan dari masing-masing Puskesmas, berkenaan dengan kesehatan masyarakat biasa maupun Warga Suku Anak Dalam. 
"Kita ketahui pemikiran SAD yang primitif ini membuat pihak tenaga medis sulit untuk bekerja maksimal, karena mereka semua meskipun sakit tetap s

Berita Terkait



add images