JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Meski usia Kota Sungai Penuh masih tergolong sangat muda, namun demikian, pembangunan, terutama infrastruktur jalan jika dibandingkan dengan kabupaten induknya Kerinci, sangat timpang.
Seperti di perbatasan Kerinci-Sungai Penuh antara Desa Semerah Kerinci dengan Desa Baru Debai Sungai Penuh. Begitu melewati gapura tapal batas dari Kerinci dan masuk wilayah Sungai Penuh, jalanan terlihat mulus dengan lampu jalannya berjejer rapi. Sementara sebelum gapura atau masih di wialayah Kerinci, jalanan rusak.
Tidak hanya itu saja, beberapa ruas jalan di Kerinci masih mengalami kerusakan. Padahal sebentar lagi akan Lebaran yang tentunya jalanan akan dipadati pemudik dan wisatawan yang ingin ke Kerinci.
Beberapa titik ruas jalan yang mengalami kerusakan, seperti jalan di Desa Sungai Deras, kemudian di perbatasan Sungai Deras dengan Sungai Tutung yang kondisinya mengkhawatirkan, karena material banjir berupa tanah dan pasir belum dibersihkan dari badan jalan.
Selain itu jalan di Desa Tanjung Mudo Penawar, Kecamatan Sitinjau Laut yang berbatasan langsung dengan Tanah Kampung Kota Sungaipenuh juga mengalami kerusakan parah.
Andri, salah seorang warga mengatakan, jalan di Sungai Deras perlu diperbaiki dan material banjir berupa tanah dan pasir masih belum dibersihkan oleh petugas, sehingga sangat menganggu pengguna jalan.
"Kita berharap PU atau pihak terkait untuk dapat membersihkan material banjir berupa tanah dan pasir di badan jalan, karena ini bisa membuat pengguna jalan terjatuh," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kerinci, Febrilla Kusnomdo mengatakan, untuk menyambut lebaran anggaran perbaikan jalan yang tidak terlalu parah sudah tersedia di UPTD dan merupakan menjadi tangung jawab UPTD membersihkan dan menutup lubang jalan.
"Untuk jalan di Sungai Deras Kecamatan Air Hangat Timur tanggungjawab UPTD, dana sudah tersedia di UPTD. Sementara yang di Sitinjau Laut, yakni Penawar dan beberapa titik terparah di Hiang anggarannya sudah disiapkan, tahun ini dikerjakan," jelasnya. (wan/dik)
