JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL - Jelang Hari Raya Idul Fitri, kelangkaan gas LPG 3 Kg di tingkat pengecer membuat masyarakat Kabupaten Tanjabbar khususnya Kualatungkal kalang kabut. Bahkan kuat dugaan, kelangkaan gas isi ulang, akibat ulah Mafia Gas di Tanjabbar.
Anehnya, Setelah Pemkab melakukan sidak pasar beberapa waktu lalu, dan meminta penambahan pasokan gas untuk wilayah tanjabbar pasokan gas 3 Kg seketika kembali normal, namun setelah beberapa minggu menjelang Hari Raya Idul fitri, lagi-lagi pasokan Gas LPG 3 Kg kembali langka hingga terkesan langkah pemkab tidak mampu mencegah terjadinya kelangkaan gas di tingkat pengecer.
Dedek, (32) warga parit 1 tepatnya jalan Palembang, Kelurahan Tungkal IV Kota mengatakan, kelangkaan gas LPG 3 Kg sudah terjadi sejak 7 hari belakangan. Dedek juga menceritakan, dari pengakuan para agen yang ada di jalan Asia Kualatungkal, kelangkaan gas 3 Kg akibat lambatnya pengiriman gas di Tanjabbar.
Nanun, ia dan warga lainnya tidak mempercayai begitu saja sebab, ia mengaku, hampir setiap hari pasokan gas LPG di kirim dari Jambi ke agen-agen besar di Tanjabbar.
"Saya lihat sediri pak, hampir setiap hari gas masuk ke Tungkal pada malam hari, tapi aneh, kok gas bisa putus, dengan alasan keterlambatan pengiriman. " bebernya yang diamini warga sekitar.
ŽIa dan warga lain berharap, Pemkab dan dinas terkait dapat melakukan tindakan. Terlebih bagi intansi seperti Yayasan Lembaga Konsumen lindonesia YLKI, pihak kepolisian untuk turut serta memantau aktifitas para mafia gas di tanjab barat. Pagar kelangkaan gas tidak terulang lagi.
Menanggapi hal ini, serketaris YLKI Tanjabbar, Muktar mengaku belum menerima laporan akan keluhan masyarakat. Namun jika nantinya ada laporan atau bukti adanya permainan yang dilakukan Agen, maka YLKI berhak melakukan sidak.
"Kita bisa menindak berdasarkan bukti dan laporan masyarakat, dan semua ada aturan dan mekanismenya, " ujarnya singkat. (sun)
