iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MERANGIN - Pemberian Piagam Sungai Tebal kepada masyarakat pendatang beberapa waktu lalu oleh Pemkab Merangin, ternyata masih menuai pertanyaan di tengah warga.

Warga menyebutkan, keberadaan masyarakat pendatang ibarat bom waktu ditengah masyarakat, hal ini dikarenakan perambahan hutan yang dilakukan masyarakat pendatang sudah melewati batas.

Keberadaan mereka (masyarakat pendatang, red) ini ibarat bom waktu, dan seketika akan meledak.  kami merasa keberadaan mereka ini sudah sangat meresahkan, karena bisa dilihat aksi perambahan hutan sudah sangat melewati batas, ungkap masyarakat Jangkat Timur dihadapan Bupati Merangin Al Haris.

Untuk itu, warga mempertanyakan komitmen dari isi Piagam Sungai Tebal yang dicetuskan oleh Bupati Merangin. Karena dalam piagam tersebut, terdapat point yang menurut warga sangat penting, yakni akan mematuhi tata tertib serta tidak melakukan perambahan hutan.

Jadi kami mau bertanya, piagam ini untuk apa, karena masih ada beberapa point yang dilanggar oleh mereka, tutupnya. (amn)


Berita Terkait



add images