iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Tingginya intensitas hujan beberapa waktu terakhir ini mengakibatkan sawah warga di Kecamatan Tanah Sepenggal desa Lubuk Landai menjadi terendam banjir. Kemudian, kondisi ini diperparah dengan adanya aktifitas PETI yang merusak sistem pengairan di sungai.

Akibatnya, petani di Lubuk Landai yang sawahnya terendam mengalami gagal panen.

Dari pantauan jambiupdate.co, di lapangan, akibat dari banjir tersebut banyak sawah yang mengalami puso, sehingga petani merugi karena tidak dapat memanen tanaman mereka.

Menurut beberapa petani yang ditemui,  kejadian puso ini tidak hanya terjadi di dusun (desa, red)  mereka, akan tetapi juga terjadi hampir di semua area persawahan yang ada di Tanah Sepenggal.

"Kami merasa sedih dengan keadaan semua sawah kami, sawah ini merupakan sumber rezeki kami, akan tetapi sekarang kami gagal panen apa yang kami tanam, ini semua akibat musim banjir pada tahun ini sangat tinggi, sehingga merendam sawah kami," ujar Wailik, salah satu petani.

Ditambahkan Walik, kejadian banjir yang tinggi tahun ini tidak luput dari imbas aktifitas PETI yang sangat merusak sistem pengairan di sungai.

"PETI sudah banyak nian di dusun kami ini, hal ini membuat sungai menjadi dangkal, ditambah dengan hujan tinggi, akibatnya tahun ini terjadi banjir yang sangat merugikan kami. Kami meminta kepada aparat agar dapat membasmi PETI yang ada," Tutupnya. (hnd)


Berita Terkait



add images