iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Pengunaan dana desa tahun anggaran 2015 lalu di Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin, diduga diselewengkan.

Zhidun dan Andra warga Taman Dewa, di Sarolangun menyebutkan adanya dugaan penyelewengan tersebut. Dijelaskan warga Taman Dewa ini, seperti pekerjaan Rebat beton, yang belum genap satu tahun jalan yang dibangun sudah hancur. Pembukaan jalan desa, yang sampai saat ini tidak bisa dimafaatkan karena dibuka asal jadi dan tidak ada azaz mamfaat untuk masyarakat setempat.

Selain itu, yang mencolok adanya pengunaan dana desa untuk pembelian  hewan Ternak ayam kampung yang pada surat pertangungjawaban (SPj) sebanyak 400 ekor namun pengakuan hanya ada 240 ekor dan juga tidak bisa menunjukkan bukti ayam yang dibeli tersebut. Ditambah bangunan pagar ayamnya yang juga asal jadi dan realisasi di SPJ kesemuanya 100 persen.

"Semuanya realisasi di SPJ 100 persen. Tapi kenyataan dilapangan jauh sekali berbeda,"kata Andra lagi.

Pada pengunaan dana Desa 2015 lalu juga ada pembukaan Rengclereng padang gembala dan tanahnya diakui oleh panitia dibeli namun bukti fisik di lapangan padang gembala yang dimkasud kini masih padang belukar tidak ada rengkeliling dan tanah yang dibelipun harga dan suratnya pun tidak bisa dijelaskan.

"Pada RAB rengcleling padang gembala tertulis di pagar seng sebanyak 43 kodi. Kenyataan di lapangan juga tidak ada."Tambah Zhidun juga.

Warga makin tak terima pengunaan dana Desa 2015 lalu, tegas Andra dan Zhidun, setelah mengetahui adanya dugaan mark up pembelian sapi sebanyak 22 ekor. Sebab sapi yang dibeli bukanlah sapi besar atau induk tapi anak sapi seharga 3-4 juta. Dan pembangunan kolam ikan lele yang saat ini hanya ada kolamnya saja.

"Sapi yang dibeli juga tak sesuai karena yang dikasih anak sapi bukan induk sapi dan itu kalau ditaksirkan harganya Rp 3- Rp 4 juta. Tapi SPJ nya Rp 8 juta per ekor,"protes warga lagi.

Mereka berharap, kepada pihak BMPD Sarolangun dan pihak Kecamatan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di Taman Dewa saat ini. (dez)


Berita Terkait



add images