iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI -  Ratusan hektar sawah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh masih terendam banjir sampai saat ini. Hal ini diakibatkan tingginya intensitas hujan, sehingga meluapnya sungai dan air danau.

Kondisi ini sudah berlangsung lama. Karena sawahnya terendam sebagian petani kini beralih untuk bekerja di ladang dan sebagai nelayan.

Kepala Desa Koto Tuo Ujung Pasir, Zulpari mengatakan, bencana banjir ini sudah berlangsung sejak akhir tahun 2015 sampai saat ini. Puluhan hektar sawah di Desa Koto Tuo Ujung Pasir dan Desa Ujung Pasir pun kini tidak bisa diolah untuk bercocok tanam.

"Sawah tersebut merupakan sawah tadah hujan, jika hujan langsung banjir," ucapnya.

Selama enam bulan tidak ke sawah warga desa makan dari beras Raskin yang diberikan Bulog. Bahkan saat pembagian Raskin, diakuinya jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima lebih banyak dari kuota Raskin.

"Untunglah ada Raskin Bulog bagi masyarakat, itupun kuotanya hanya sekitar 200 karung lebih, tapi KK penerima meningkat tajam," sebutnya. (dik)


Berita Terkait



add images