iklan Illustrasi.
Illustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Kabar menggembirakan untuk petani karet di bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko Kabupaten Sarolangun, tercatat sejak  Senin (2/5) harga karet naik menjadi Rp 8.500 per kilo gram ditingkat petani. Dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya harga karet ditingkat petani Rp 6.500 per kilo gram.

Keterangan ini dikatakan Kabid perdagangan dinas Perindagkop Sarolangun, Hartini saat dikonfirmasi via ponselnya. Menurutnya, harga karet Rp 8.500 per kilo gram ditingkat petani merupakan harga jual beli karet antara tengkulak yang ada di desa dengan petani karet atau penyadap. 

Petani harus jeli dengan informasi harga karet yang dijual dengan tengkulak ditingkat desa. Jangan sampai harga karet yang sudah menuai peningkatan, tapi jual beli karet antara petani dengan tengkulak masih menggunakan harga lama,sebutnya.

Harga karet ditingkat  perusahaan berbeda harga dengan tngkat petani. Kini, harga ditingkat perusahaan tembus dengan kisaran harga 14.500 per kilo gram hingga Rp 16.500 per kilo gram. 

Adanya perebadaan harga karet ditingkat tengkulak dengan perusahaan itu wajar, sebab tengkulak mencari keuntangan plus upah transportasi ke perusahaan dan lainnya. Namun, adanya variasi harga karet di tingkat perusahaan, karena dipengaruhi dengan kualitas karet. Kalau kualitas karet bagus tentu saja akan dibeli dengan harga maksimal,terangnya. (dez)

 


Berita Terkait



add images