JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Kapasitas dan dedikasi pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dalam dunia pendidikan di tanah air mendapat pengakuan dari berbagai organisasi masyarakat di pentas nasional.
Pengakuan ini terlihat ketika suami dari Hj Effi Herawati itu menjadi satu - satunya anggota DPR RI yang memberi materi dalam acara Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Relawan Perguruan Tinggi Anti Narkoba (ARTIPENA) di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara beberapa hari lalu.
Acara yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Haluoleo (UHO) itu, SAH memberi pembekalan peserta Munas dari beberapa puluhan PTN dan PTS di Indonesia, bersama dengan Deputi Pemberdayaan BNN Irjen Pol. Bachtiar Tambunan.
Dalam paparannya anggota Fraksi Partai Gerindra itu mengatakan Artipena muncul sebagai respon terhadap kondisi darurat narkoba dengan jalan mewujudkan kawasan kampus anti narkoba.
Tujuan acara ini untuk merefleksikan kepedulian Perguruan Tinggi (PT) terhadap kondisi darurat narkotika yang terjadi di Indonesia, dengan cara mengintegrasikan misi Tri Darma Perguruan Tinggi, kata SAH.
Sehingga, sambung SAH kehadiran Artipena harus bisa mengintegrasikan tugas pokok perguruan tinggi dengan program - program yang berkaitan dengan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan kampus.
Jadi SAH mengharapkan Munas Artipena ini dapat diartikan sebagai upaya merapatkan barisan dari PTN dan PTS di Indonesia dalam menghadapi narkoba.
Karena kita berharap dunia kampus mampu berperan sebagai benteng pembinaan karakter generasi muda melalui fungsi pendidikan yang dijalani dalam membentuk karakter yang tahan terhadap pengaruh narkotika, jelasnya.
Tentang peranan legislasi dalam penguatan program ini SAH mengatakan DPR RI khusunya Komisi X mendorong Kementerian Pendidikan serta Menristek Dikti untuk merumuskan program jaring pengaman penyalahgunaan narkoba di sekolah dan kampus. Kita ingin ada alokasi anggaran dalam masalah ini, pungkasnya. (dez)
