JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Bocah berusia 9 tahun, Meilani, warga Desa Kunangan, RT 5, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi hanya bisa terbaring di atas kasurnya. Dia menderita penyakit langka, yakni Anemia Plastic. Meski kondisi fisiknya terlihat bugar, namun pada kenyataannya ia menderita penyakit serius.
Disambangi wartawan jambiupdate.co Sabtu lalu (9/4), Nurmiati, ibu Meliani, mengatakan, anaknya tersebut sudah berulang kali keluar masuk rumah sakit.
Anak saya ini mendapat penyakit langka, kata ibunda Meliani.
Saat ini, anak pertama dari dua bersaudara itu duduk di bangku kelas IV SD 87 di Desa Kunangan. Dia duduk dipangku oleh orang tuanya. Penyakit anaknya itu baru diketahui ketika dia berumur 8 tahun.
Saat itu, katanya, anaknya tersebut susah bernafas dan kejang di bagian perutnya. Bahkan, kedua tangannya terlihat membiru. Sampai saat ini, kedua tangannya masih membiru dan Meliani kerap merasakan sakit di bagian tulang punggung.
Dari pemeriksaan dokter, anak saya ini menderita penyakit Anemia Plastic atau sejenis kanker. Namun penyakit ini baru pertama kali ditemukan, katanya.
Untuk membiayai pengobatan anaknya tersebut, dia mengatakan, keluarga rela menjual harta yang dimiliki. Sayangnya, penyakit yang diderita anaknya itu tak kunjung sembuh.
Menurutnya, anaknya itu mudah merasa letih dan berat badannya terus menurun.
Sakitnya dari bulan 8 tahun 2015. Awal biru yang pertama kali di kaki, terus timbul lagi di kedua tangan dan gusi berdarah, jelasnya.
Bahkan, di bagian bawah mata menghitam dan lidah juga membiru. Perobatan awal ke Puskemas, namun pihak Puskemas menyuruh cek darah ke labor. Namun Setelah diperiksa kata dokternya kelainan darah dan menyuruh dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, katanya.
Saat itu, Meliani dirawat selama 2 hari karena keterbatasan dana untuk perawatan maka langsung dibawa pulang. Usai keluar dari RS Bhayangkara, sepekan kemudian, anaknya tersebut kembali dilarikan ke rumah sakit. Hanya saja, kali ini, dia dibawa ke Palembang dan dirawat selama 10 hari.
Kata dokter saat itu, belum mengetahui penyakitnya. Setelah itu balik lagi ke rumah. Seminggu di rumah, anak saya drop lagi dan langsung dibawa ke rumah sakit Raden Mattaher dan dokter juga mengaku belum mengetahui penyakitnya. Saat di Palembang, kata dokternya kena Anemia Plastik, sejenis kanker dan kata dokter, sumsum belakang atau pabrik darah rusak, ujarnya.
Saya berharap bantuan dari para dermawan dan pemerintah untuk bisa biaya perobatan anak saya, karena penyakit anak saya ini sudah sangat parah sekali. Makan saja tidak bisa diterima oleh perutnya, saat dikasih makan justru dimuntahkannya lagi keluar, dan rencana hari Senin mau dibawa ke rumah sakit Raden Mattaher Jambi, ujarnya.
Meliani dengan suara yang lemah sempat mengaku bahwa badannya terasa nyeri menjelang malam. Saya ingin sembuh, badan saya sakit sekali semuanya, ujarnya dengan suaranya yang parau. (cok)
