JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Harga Tandan Buah Sawit (TBS) kembali naik menjadi Rp 1.848 dibanding minggu sebelumnya yakni sebesar Rp 1.703 atau mengalami kenaikan dikisaran Rp 90.
Putri Rainun, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Provinsi Jambi menuturkan, setelah pekan lalu mengalami kenaikan, minggu ini kenaikan TBS kembali terjadi.
Sayangnya, kenaikan ini tidak dibarengi dengan persediaan sawit sendiri. Sekarang sedang trek, makanya harga masih naik terus, katanya.
Berdasarkan rapat penetapan harga TBS Kamis kemarin (7/4), harga TBS per 8-14 April mendatang adalah usia 3 tahun sebesar Rp 1.440, 4 tahun sebesar Rp 1.541, usia 5 tahun sebesar Rp 1.611, 6 tahun sebesar Rp 1.678. Kemudian, 7 tahun sebesar Rp 1.721, 8 tahun sebesar Rp 1.758, 9 tahun sebesar Rp 1.792, 10 20 tahun sebesar Rp 1.848, usia 21-24 tahun Rp 1.793 dan usia 25 tahun Rp 1.713.
Ketua Apkasindo, Roy menuturkan, kenaikan harga sawit kali ini memang lebih kencang dari biasanya. Namun, dirinya mengakui meski mengalami kenaikan, tapi sedikitnya buah yang tersedia juga tidak mempengaruhi keadaan.
Sesuai dengan hukum ekonomi, semakin banyak permintaan tapi barangnya ngak ada maka harga tinggi, ujar Roy.
Dirinya memprediksi, kenaikan harga ini tentu akan tetap terjadi untuk sampai 4 bulan kedepan. Tapi, kenyataannya kondisi buah yang sedikit sepertinya juga akan terjadi sampai 4 bulan kedepan.
Lanjutnya, langkah kedepan untuk mengantisipasi situasi seperti ini untuk tidak terjadi dirinya menghimbau kepada pengusaha kelapa sawit untuk menjaga tanaman seperti pemupukan, ketepatan perawatan kebun yang baik.
Dirinya juga tidak memungkiri bahwa sedikitnya jumlah buah yang tersedia saat ini juga dampak dari El-Nino .
Sejak El-Nino cuaca ekstrim, kita tidak bisa pungkiri itu. Hanya saja tentu kita bisa berkaca dari tahun ini bagaimana kedepan tidak seperti ini, sebutnya.
Mengenai prediksi harga TBS untuk 4 bulan ke depan, dirinya menambahkan masih akan terjadi kenaikan harga yang relatife tinggi dibandingkan dengan harga saat buah sedang banyak.
4 bulan kedepan juga masih trek, harganya relatife naik juga dari harga waktu buah banyak, paparnya. (yni)
