JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - KadisDukcapil Sarolangun, Sidki, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan berbagai cara untuk mempercepat realisasi perekaman e-KTP. Dia menyebutkan jika kesadaran warga dalam membuat KTP masih rendah.
Hitungan KAMI 87 persen itu masih rendah, target KAMI 90 persen, kata Sidki.
Saat ini, akunya, masih sekitar 17 ribu wajib KTP di Sarolangun belum merekam data e-KTP. Sementara yang telah melakukan perekaman sebanyak 112.200 dari 129.259 wajib KTP, paparnya.
Menurutnya,warga terkesan terpaksa dan saat terdesak saja baru mau mengurus KTP. Seperti untuk kepentingan mengurus sesuatu yang mewajibkan KTP sebagai syaratnya. Kalau mau minjam ke Bank, mau kredit, atau sakit mau ngurus BPJS. Jadi kesannya mendesak saja baru mau buat KTP. Kesadaran warga mengurus KTP masih rendah, jelasnya.
Mengenai alat perekaman, lanjutnya, tidak menjadi persoalan serius. Semua alat untuk perekaman yang mereka memiliki dalam keadaan baik. Petugas yang melakukan perekaman juga banyak,pungkasnya. (dez)
