iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MERANGIN - Dugaan adanya pungutan liar (Pungli) di kawasan wisata Teluk Wang, Kabupaten Merangin sudah membuat pengunjung resah. Kondisi ini juga mendapat perhatian serius dari Disbudparpora Merangin.

Pungli dinilai memberatkan warga, dan warga enggan berkunjung akibat tarip pungli terlalu besar, ujar Kepala Disbudpaspora Merangin, Jangcik Mohza,

Kata Dia, Pungli biasanya di bidang parkir. Dimana sepeda motor dan mobil yang parkir dipungut bayaran Rp10 ribu Rp20 ribu per unit.

Tahun ini, akunya, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat Desa Biukutanjung. Rencananya akan dibuat Perdes terkait masalah parkir.

"Tahun ini akan ditempatkan petugas di kawasan Teluk Wang, agar parkir jadi lebih tertib, tandasnya. (amn)


Berita Terkait