iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN Pemkab Sarolangun saat ini mulai melirik pertanian singkong, untuk itu petani komoditas Karet dan Sawit akan dialihkan ke sektor tanaman bahan baku tepung tapioka.

Alasan pengalihan ini, dikarenakan sawit dan karet terus mengalami keterpurukan, sedangkan tanaman ubi dapat diproduksi menjadi tepung tapioka yang memiliki nilai harga jauh lebih tinggi, Ujar Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Sarolangun, Fauzi MT, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/1).

Menurutnya, 60 persen masyarakat di Sarolangun bergerak bidang pertanian karet dan sawit, dua komoditas ini terus mengalami keterpurukan,  sehingga daya beli masyarakat sudah sangat menurun. Sedangkan singkong yang merupakan bahan baku tepung tapioka memiliki potensi ekonomi yang sangat bagus, perkilonya Rp 1.400, dari mulai tanam bisa dipanen antara 8 sampai 10 bulan.

Jadi jauh keuntungannya lebih besar dari pada Komoditas sawit dan karet," bebernya.

Keseriusan pengalihan ini, kata Fauzi, telah dibuktikan Pemerintah Sepucuk Adat Serumpun Pseko ini dengan mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya kelompok tani.

"Kita sudah mulai melakukan sosialisasi ke kelompok tani, mengenai keuntungan tanaman singkong ini,dari 1 hektare bisa menghasilkan 100 ton, modalnya hanya Rp20 jt, dari perkilonya Rp 1.400 tadi, bayangkan berapa keuntungan yang didapat petani,"sebutnya. (dez)


Berita Terkait