iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARABULIAN - Kepala Bapedda Batanghari, Hayatul Islami, mengatakan Kabupaten Batanghari mengalami defisit anggaran sebesar Rp 67 milyar. Defisit anggaran sendiri terjadi karena Imbas penurunnya Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) dari pusat  yang mempengaruhi target penerimaan daerah.

Untuk menutupi defisit anggaran Rp 67 milyar itu Pemkab Batanghari, terpaksa harus mengurangi beberapa anggaran  di SKPD. Masing-masing SKPD anggaranya diturunkan hingga 10 persen, termasuk kegiatan dinas PU, untuk dinas PU anggaran yang dikurangi cukup bersar hingga Rp 34 Milyar, ujarnya.

Hayatul mengakui, kondisi ini cukup mempengaruhi terhadap proses  pembangunan di Batanghari. Dalam hal efisiensi dan pengurangan belanja daerah, Pemkab pun telah mengambil sikap dengan mengurangi beberapa kegiatan termasuk kegiatan fisik DI SKPD.

Soal pengurangan anggaran ini kita sudah beberapa kali rapatkan dengan SKPD. Ya, kita mau gimana lagi, kita terpaksa mengambil kebijakan dengan mengurangi kegiatan yang ada di SKPD, tegasnya.

Terpisah Kabag Keuangan setda Batanghari, M Azan, mengatakan pemangkasan 10 persen dari setiap SKPD itu kita serahkan kepada SKPD teknis masing-masing, mana yang akan mereka kurangi kegiatan di SKPD.

"Untuk pemangkasan anggaran kita utama belanja pegawai di setiap SKPD," tandasnya. (adi)


Berita Terkait