JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Debat kandidat dua pasangan cabub dan cawagub Jambi Hasan Basri Agus- Edi Purwanto (HBA-EP) dan Zumi Zola-Fachrori Umar (ZZ-FU) yang merupakan debat penutup dari seluruh rangkaian kampanye Pilgub Jambi mala mini (5/12), berjalan menarik dan cenderung saling serang.
Ini terlihat saat sesi keempat dan kelima. Beberapa kali statement keras terlontar dari kedua pasangan Cagub. HBA-EP sempat menyindir bahwa Tanjab Timur termasuk salah satu dari 8 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia yang dinilai buruk dalam penelitian Indonesia Governance Index (IGI), padahal sudah 10 tahun menjadi DOB.
Anda gagal tapi seolah-olah berhasil, ujar Edi Purwanto.
Menjawab hal ini Zumi Zola mengatakan, dirinya sudah menjelaskan, Tanjabtim itu lahan gambut, tidak mudah membangun di sana, namun dirinya tidak mau mengeluh. Bahkan, Zumi Zola menyebut dirinya tidak akan bisa berbuat banyak jika gubernurnya tidak mau membantu.
Baca Juga: Soal MEA, Ini Kata HBA dan Zumi Zola
Kami bekerja keras, tidak akan bisa berbuat banyak kalau gubernurnya tidak bantu, kata Zola.
Selain itu, Zumi Zola juga mengatakan, terkait harga sawit yang rendah di Tanjab Timur juga terjadi karena susahnya sarana transportasi.
Ada tujuh jembatan kayu milik provinsi yang hanya bisa dilalui oleh mobil L300, jika lebih dari itu akan selip. Saya mengemis kepada pak gubernur (HBA, red). Akhirnya kami pakai uang kami (APBD Tanjabtim, red) senilai Rp 20 M untuk membangun jalan provinsi, jawab Zola.
Debat terus berjalan panas, tapi secara umum cukup menarik untuk disimak. Sekarang tinggal masyarakat Provinsi Jambi menentukan mana yang terbaik. (aiz)
