JAMBIUPDATE.COM,MUARASABAK-Tahun ini bantuan sosial (bansos) Pemkab Tanjabtim berkurang dari tahun sebelumnya. Tahun 2015 besaran dana bansos Rp 5,9 miliar lebih, sedangkan tahun 2014 lalu besaran Pagu dana bansos senilai Rp 8,052 miliar.
"Tapi dana bansos 2015 sebesar Rp 5,9 miliar lebih belum masuk ke APBD perubahan, akan ada pengurangan lagi mengingat defisit anggaran yang dialami Pemkab," ujar Kepala DPKAD Tanjabtim, Nusirwan melalui Sekdis, Muhammad Idris diruang kerjanya kemarin (18/11).
Dikatakannya, Pagu dana bansos sebesar Rp 8,052 miliar lebih tahun 2014 lalu, yang terealisasi Rp 4,775 miliar. Artinya terjadi Silpa sebesar Rp 3,277 miliar.
"Masuk ke dalam Silpa tahun 2015, karena masih ada sisa dana bansos tahun 2014 lalu," terangnya.
Peruntukan dana bansos, sambungnya, dipergunakan untuk organisasi sosial kemasyarakat seperti bencana alam kebakaran, puting beliung dan banjir.
"Dana bansos juga bisa dipergunakan untuk santunan kematian, yang memang selalu kami anggarkan setiap tahunnya. Dana bansos pun harus dihabiskan, kalau tidak habis masuk Silpa," tukas Idris.(yos)
