JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL - Musim kemarau berkepanjangan yang terjadi beberapa bulan belakangan diwilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berdampak pada keringnya terhadap beberapa areal milik pertanian.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Bram Itam dan Senyerang, sedikitnya 30 Hektar lahan pertanian di dua kecamatan ini yang merupakan lubung padi tanaman di Terjang puso dan mengalami kegagalan panen pada tahun ini.
kerugian yang disebabkan oleh puso ini, Ditaksir mencapai 24 ton gabah kering atau sekitar 2,4 ton beras yang tidak bisa dipanenungkap Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Zainuddin.
Selain mengalami kegagalan panen, para petani juga mengaku mengalami kerugian seperti benih, pupuk hingga tenaga.
"Ini sudah kehendak alam. Kita tidak bisa berbuat banyak,"ujarnya.
Ia menyebutkan, Selain serangan puso. Kemarau panjang pada tahun ini juga menyebabkan terganggunya jadwal gerakan tanam padi dua kali setahun.Pada tahun sebelumnya petani Tanjabbar selalu menanam padi dua kali dalam setahun.
"Untuk musim tanam kali ini, Terpaksa kita tunda, sambil menunggu musim hujan tiba." Pungkasnya.(sun)
