JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL - Program pembangunan rumah khusus bagi para nelayan di Kabupaten Tanjab Barat dari Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat, dengan nilai kontrak Rp 15,7 Miliar, dipertanyakan ketua DPRD setempat, Faisal Riza.
Pasalnya, lokasi pembangunan pengerjaan lokasi rumah tersebut dinilai kurang tepat dengan wilayah kerja nelayan yang seharusnya tinggal tak jauh dari laut. Lokasi pengerjaan tersebut ada di Parit V tepat di belakang Kantor Imigrasi Kualatungkal.
"Kita meminta agar Pemkab meneliliti dan ditinjau kembali kecocokannya dengan masyarakat yang akan menempati itu," ujar Faisal Riza, Minggu (20/9).
Ketua DPRD menilai, akan terjadi kesulitan aktifitas bagi para nelayan yang bertempat tinggal dilokasi tersebut, terlebih untuk pompong yang akan digunakan nelayan akan susah berlabuh mengingat sungai yang ada dekat lokasi pembangunan sempit dan bisa surut kering.
"Apakah jauh ataukah susah bagi masyarakat untuk beraktifitas dengan berbagai masalah seperti tranportasi dan masalah lain terkait teknisnya kita minta diteliti kembali," ungkapnya.
Faisal juga mempertanyakan, apakah sudah diajak bicara calon penerima rumah tersebut mengenai lokasi tersebut. Ia sendiri menyayangkan bila ada kemubaziran jika sudah terjadi nelayan tidak mau menempati.(sun)
