JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK Lima Madrasah Diniyah (Madin) di Tanjab Timur belum lama ini didirikan. Namun, hingga kini belum ada laporan ke Kemenag setempat.
Kakemenag Tanjabtim, H M Umar Yusuf, melalui Staf Pelaksana Pendidikan Madrasah Diniyah (Madin), Jamul Khair, meminta kepada 5 Madin yang baru berdiri tersebut, untuk melaporkan ke Kemenag Tanjabtim.
"Setelah melapor akan langsung proses verifikasi," katanya.
Sementara hingga saat ini sebanyak 98 Madin di Tanjabtim telah mendaftarkan diri. 5 Madin yang belum mendaftar berasal dari Kecamatan Mendahara, Sadu, Berbak dan Kecamatan Dendang.
"Dengan syarat pendirian tenaga pendidikan sekurang-kurangnya seorang Kepala Sekolah, dua orang guru bidang studi, seorang tenaga administrasi, tempat belajar dan kelengkapannya, warga belajar sekurang-kurangnya 15 Orang dan bersedia serta sanggup melaksanakan pendidikan dengan biaya mandiri," paparnya.
Untuk jumlah guru Madin yang terdata di Kemenag Tanjabtim tercatat 566 guru, dengan jumlah 7.344 siswa Madin. Mengenai bantuan yang diberikan kepada Madin, ada yang berasal dari Provinsi, melalui sharring BOS sebesar Rp 25 ribu perorang.
"Pemkab juga ada bantuan intensif guru sebesar Rp 250 ribu perbulan, yang dibayarkan selama 10 bulan," terangnya.(yos)
