JAMBIUPDATE.COM, KERINCI - Program bedah rumah Satu Milyar Satu Kecamatan (Samisake) untuk Kabupaten Kerinci hingga saat ini belum juga dilaksanakan. Keterlambatan ini dikarenakan adanya verifikasi ulang data setiap kecamatan yang mendapatkan batuan bedah rumah.
Kepala Bappeda Kerinci, Yanizar, melalui Kabid Sosial Budaya, Budi Senin (14/9) mengatakan, lambannya realisasi bantuan bedah rumah yang bersumber dari APBD 2015 Provinsi Jambi, karena adanya perubahan data dari Bappeda Provinsi Jambi.
"Terjadi perubahan data jadi Bappeda Provinsi. Mereka minta kita mendata ulang, karena ada penerima yang status ekonominya sudah berubah," sebutnya.
Saat ini pihaknya sudah melakukan verifikasi ulang. Namun, pencairan dana belum dilaksanakan karena SK Bupati Kerinci belum turun.
"Tinggal menunggu SK dari Bupati Kerinci. Kalau SK sudah turun baru bisa dilaksanakan," ujarnya.
Dia menuturkan, akhir September ini bantuan bedah rumah dari Samisake tersebut harus sudah dicairkan, mengingat waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa bulan lagi.
"Tahun ini bertambah warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah. 60 unit rumah satu kecamatan, jadi anggarannya Rp 600 juta, karena 1 rumah Rp 10 juta," jelasnya.(dik)
