JAMBIUPDATE.COM, SAROLANGUN- Temuan titik api atau hot spot di Kabupaten Sarolangun mengalami peningkatan. Kamis (20/8), jumlah titik api yang terpantau 1 titik. Namun, pada hari ini (24/8) terpantau hingga mencapai 8 titik api.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sarolangun, Ir Joko Susilo titik hot spot yang terpantau oleh satelit Noaa di Kabupaten Sarolangun ada 8 titik, ini ada di beberapa perusahaan dan perkebunan masyarakat.
"Tim sudah turun kelapangan untuk mengecek dan memastikan kondisi terakhir, apakah api masih ada atau sudah dipadamkan," kata Kadis Hutbun Sarolangun, Ir Joko Susilo.
Menurutnya, untuk mengantisipasi titik api pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak membuka lahan tanpa dengan cara membakar lahan, karena melihat kondisi cuaca yang panas yang menjadi pemicu timbulnya api tersebut.
"Gesekan, ranting kering dan putung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga bisa menimbulkan hot spot, kita akan terus melakukan pengecekan dan mengendalikan sebaik mungkin" sebutnya.
Delapan titik api yang terpantau di Sarolangun terdapat di beberapa Kecamatan di Kabupaten Sarolangun yakni di Mandiangin, Pauh, Sarolangun dan Air Hitam.
"Empat kecamatan ini merupakan bagian bawah semua, untuk wilayah atas belum terpantau," terangnya.
Joko menyebutkkan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada masyarakat, perusahaan, Camat untuk diteruskan kepada Kepala Desa untuk mengsosialisasi dan memberitahukan kepada masyarakat dengan kondisi cuaca panas dan kering saat ini sangat tidak baik membuka lahan dengan pembakaran.
"Karena efek samping dari pembakaran ini bisa menimbulkan asap dan juga lahan tetangga sebelah bisa ikut terbakar, jadi bisa menimbul masalah konflik sosial," tandasnya. (ded)