JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK - Selama musim kemarau, masyarakat bukan saja dihantui penyakit Ispa dan muntaber, tapi juga Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari sebelas Kecamatan di Tanjabtim, Kecamatan Sabak Barat yang banyak mendapatkan laporan masyarakatnya terkena DBD.
"Tapi untuk laporan resmi masih belum kami terima," kata Kadinkes Tanjabtim, Samsiran Halim melalui Kabid P2PL, Jaipatul Aswar.
Dalam hal ini anak-anaklah yang setiap tahunnya banyak terkena DBD dibandingkan orang dewasa. Karena anak-anak ini memiliki waktu lebih banyak beristiharat.
"Kepada orang tua saat anak berisitirahat hidupkanlah obat nyamuk," bebernya.
Mulai marakanya DBD di Tanjabtim disebabkan perubahan dari musim hujan ke musim kemarau. Terlebih nyamuk Aedes Aegepty lebih menyukai berkembang biak dipermukaan air yang bersih.
"Pas musim kemarau kan sumber mata air dan kanal-kanal lebih bersih dibandingkan musim penghujan. Ini dimanfaatkan nyamuk itu untuk berkembang biak," jelasnya.
Persoalan lain merebaknya penyakit DBD di Tanjabtim adalah kehidupan masyarakat yang jorok, seperti selalu membuang bekas air mineral gelas sembarangan.
"Ini dimanfaatkan nyamuk aedes berkembang biak. Termasuk disampah-sampah masyarakat yang berbentuk seperti wadah," urainya.
Dia menghimbau untuk menjaga kebersihan kolam air mandi dan memberikannya bubuk abate, menimbun atau membakar sampah-sampah yang mempunyai bentuk seperti wadah.
"Kan lebih baik mencegah daripada mengobati," tandasnya. (yos)