JAMBIUPDATE.COM, BANGKO - Program Sekolah gratis yang telah dicanangkan oleh Pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa ternyata hanya sebatas slogan dan berbanding terbalik dari kenyataannya. Terutama di Kabupaten Merangin.
Pasalnya, hingga kini masih banyak orangtua siswa yang mengeluhkan besarnya beban biaya untuk anaknya masuk sekolah. Banyak sekolah di Merangin melakukan jual seragam kepada siswa.
Modusnya dengan mengkoordinir pembelian seragam bagi siswa baru. Hal itu sering kali membuat orangtua siswa mengeluh. Bahkan pada masa penerimaan siswa di Tahun 2015 ini, siswa baru di Merangin harus membayar biaya sekolah dari Rp1 juta hingga Rp2 juta. Itu berlaku untuk semua tingkatan, mulai dari TK sampai SMA.
Usman, warga Kota Bangko mengatakan, untuk mendaftarkan anaknya ke jenjang SLTA, dirinya harus menyiapkan dana sekitar Rp1,5 juta.
Lumayan mahal Saya harus membayar biaya mendaftarkan anak ke SMA, Soalnya ternyata Saya juga banyak membayar hal yang diluar dugaan, bayar ini itulah katanya. Paling banyak biayanya itu bayar seragam sekolahnya,ungkapnya mengeluh.
Kepsek SMA Negeri 1 Merangin, Misrinadi, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui besaran yang harus dibayarkan peserta didik baru untuk mendaftar ke sekolah yang dipimpinnya.
Maaf Saya belum bisa beri tahu berapa keseluruhan yang dibayar para siswa. Soalnya sampai saat ini Saya tidak tahu pasti rinciannya berapa, Sebab hal itu pihak panitia PSB yang lebih jelas, ungkap Misrinadi saat di konfirmasi.
(cr6)
