JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK Kasus muntaber di Kabupaten Tanjab Timur terbilang tinggi. Pasalnya, kurun waktu Januari hingga Juni 2015, terjadi 2.731 kasus. Ini diketahui dari data Dinas Kesehatan Tanjab Timur.
Januari terdapat 257 kasus, Februari 464 kasus, Maret 549 kasus, April 586 kasus, Mei 626, Juni 249 kasus.
Kadinskes Tanjabtim, Samsiran Halim melalui Kabid P2PL, Jaipatul Aswar, mengatakan, untuk masalah muntaber disebabkan mininmnya ketersediaan air bersih.
"Apalagi saat musim kemarau air tidak begitu bening dan bercampur dengan dengan penyakit yang beterbangan," kata Jaipatul, Senin (27/7).
Oleh karenanya, kata Dia, saat digunakan masyarakat, air ini belum jelas kebersihannya. Penyebaran muntaber pun terbilang mudah, karena melalui air yang tiap harinya dikonsumsi masyarakat.
"Penyebaran muntaber juga bisa melalui makanan yang dijangkiti virus muntaber," jelasnya.
Selama musim kemarau masyarakat diharapkan menggunakan air minum kemasan maupun air isi ulang yang tersedia didiepot, dengan tetap memperhatikan kebersihan depot isi ulang.
(yos)
