JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL - Jatah pembagian izin perjalanan angkutan laut yang hanya 2 kali dalam seminggu kepada pengusaha daerah Tanjung Jabung Barat DENGANRUTE menuju Batam yang saat ini berjalan dipermasalahkan
Bupati Tanjabbar Usman Ermulan, dengan tegasnya mengatakan, jika Izin yang dikelurkan oleh Kementrian Perhubungan RI perwakilan Kepulauan Riau track angkutan air, yang diberikan tidak adil.
Padahal, kata dia, di Tanjung Jabung Barat banyak terdapat pengusaha-pengusaha angkutan yang layak mendapatkan perlakuan sama seperti pengusaha-pengusaha luar kota.
"Ini jelas tidak adil, tidak ada yang namanya monopoli dinegeri merdeka ini, kalau pemerintah sudah diatur pengusaha maka hancur republik ini." tegas Usman Ermulan, Sabtu (28/3).
Dijelaskanya, meski pelabuhan tanjabbar ini terus beroprasi, tapi itu tidak membuat pengusaha tanjabbar mendapatkan angin segar, karena dikuasai oleh pengusaha Batam seperti pengusaha Marina. Semua dimonopoli oleh pengusaha Riau, karena izin di keluarkan oleh Kemenhub Perwakilan Kepri.
"Kalau tak mau menang sendiri silahkan beroperasi di daerah sendiri, kalau ini dibiarkan terus, mau makan apa pengusaha seedboat derah ini kalau semua dimonopoli pengusaha besar dari luar daerah." tambah Usman.
(sun)
