iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK - Anjloknya harga minyak dunia mengakibatkan pemangkasan anggaran mulai ditingkat Nasional, Provinsi hingga Kabupaten/Kota. Bupati Tanjabtim, H Zumi Zola Zulkifli menyebutkan tahun ini saja pemangkasan anggaran Tanjabtim hampir Rp 300 milyar. Pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat ini mengakibatkan banyaknya kegiatan pemkab yang harus dicoret.

Dengan berat hati kami coret, padahal ini sangat mengyangkut dengan kebutuhan masyarakat," terangnya.

Hampir seluruh dinas anggarannya akan dilakukan pemotongan kecuali Dinas PU dan DKP, walaupun terjadi pemotongan anggaran, tidak sepertin dinas-dinas lain.
Sebab Dinas PU berkaitan dengan infrastruktur dan ini tetap kami prioritaskan. Infrastruktur di Tanjabtim sangat penting sekali," bebernya.

Selain itu, Dinas DKP tidak dilakukan pemotongan dengan dinas lain, karena berkaitan dengan program bantuan pompong bagi nelayan yang tidak mampu.
"Ini kan sesuai janji politik saya, memberikan bantuan pompong bagi nelayan tidak mampu, termasuk program bedah rumah," urainya.

Untuk dinas yang setiap tahunnya selalu mengalami Silpa besar, maka dinas ini menjadi prioritas anggarannya akan dipotong.
"Karena pecuma kami kasih lebih, tapi tidak mampu melaksanakan kegiatan secara maksimal," tegasnya.

Dia juga telah meminta Bappeda untuk turun langsung kedesa maupun kekelurahan, untuk melihat apa yang layak dibangun diwilayah tersebut, walaupun Tanjabtim terjadi pemangkasan anggaran.

"Mana yang penting dibangun maka kami bantu bangun, tentunya sesuai kesepakatan. Bila kemudian hari masih mengeluhkan ada lagi yang harus dibangun kan sama-sama sepakat apa yang penting dibangun terlebih dahulu," katanya.

(yos)


Berita Terkait