JAMBIUPDATE.COM, MUAROJAMBI.- Pelayanan pembayaran pajak kendaraan
bermotor di Kab Muarojambi dikeluhkan oleh para pemilik kendaraan. Pasalnya, di luar pajak resmi
sebagaimana tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), ada lagi biaya tambahan sebesar Rp
20.000 yang dikenakan.
Beberapa pemilik sepeda motor mengungkapkan, biaya tambahan ini
diberlakukan oleh unit pelayanan pajak pembantu di Kantor Kades Mendalo Darat, Kec Jambi Luar Kota
(Jaluko).
Uniknya, biaya tambahan ini bisa dinego dan hanya dikenakan terhadap pembayar pajak
yang tidak menyertakan fotokopy BPKB atau fotokopy KTP.
"Syarat membayar pajak di sana yaitu harus menyertakan fotokopy BPKB,
fotokopy KTP, dan STNK asli.
Kalau salah satu fotokopy tida ada, maka dikenakan biaya tambahan Rp
20.000. Katanya untuk biaya administrasi. Tapi itu masih bisa dinego", ungkap pak Eko, pemilik motor.
Menurut para pemilik motor, seharusnya biaya administrasi ini tida
ada. Diduga ini hanya permainan oknum petugas yang ingin mencari seseran. Pasalnya, penerapan biaya
administrasi ini sendiri juga tidak merata pada semua pembayar pajak yang suratnya tak lengkap.
"Warga yang berniat membayar pajak semestinya dipermudah, jangan
dipersulit. Dispenda itu sebenarnya perlu fotokopy KTP, atau perlu duit masuk. Kalau tahun lalu
tidak seperti ini.
Petugasnya tidak minta fotokopy apa-apa dan lancar saja", tukas pak
Salam, pemilik kendaraan lainnya.
Sementara itu, Jambiupdate.com yang mendatangi unit pelayanan pajak pembantu di Kantor Kades Mendalo Darat menemukan ada 4 orang petugas di sana. 3 pria dan satunya wanita mengenakan jilbab.
Mereka membenarkan adanya pemberlakuan biaya tambahan Rp 20.000 khusus
terhadap pembayar pajak yang tidak menyertakan fotokopy BPKB atau fotokopy STNK.
Kalau surat-suratnya lengkap, maka besaran pajak yang harus dibayar
sesuai dengan angka yang tertera di STNK. "Aturannya memang sudah seperti itu. Di mana-mana
tempat membayar pajak kendaraan pasti minta fotokopy BPKB dan fotokopy KTP. Kalau fotokopynya tidak ada, kena biaya administrasi.
Rp 20.000", jawab Anto, salah satu dari petugas di sana, Senin (16/03) pagi.
(*)
