iklan Dandim Tanjabbar, Letkol Inf Freddino Silalahi, saat melakukan sidak di gudang bulog dan gudang pengusaha.
Dandim Tanjabbar, Letkol Inf Freddino Silalahi, saat melakukan sidak di gudang bulog dan gudang pengusaha.

JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL - Komandan Distrik Militer (Kodim) Tanjabbar menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah gudang dan pasar. Gudang bulog dan gudang pengusaha menjadi target utama pemeriksaannya, Dandim Letkol Infantri Freddino Silalahi. Kegiatan ini dilakukan guna memantau ketersediaan pasokan beras di Tanjabbar juga memantau apakah ada beras dari luar negeri yang masuk ke tanjabbar," ungkapnya.

Dijelaskannya, jika menurut Kasub Bulog Drive II Kuala Tungkal, bulog selama ini hanya memasok beras sebanyak 400 ton perbulan. Sementara kebutuhan beras untuk tanjabbar ini mencapai 2.000 ton. Karenanya, 1.600 ton beras yang datang dari luar. Untuk itulah, Dandim akan melakukan pengecekan dan pengawasan, agar tidak ada beras yang datang dari luar negeri.

"Kan sekarang Pemerintah Pusat sudah menghentikan impor beras dari luar untuk menciptakan swasembada beras dan peningkatan hasil pertanian. Sementara untuk pasokan bears sendiri, untuk beberapa bulan ke depan stok di gudang bulog dirasa sudah cukup dengan stok 968 ton," bebernya.

Dandim juga melakuakan pengecekan di beberapa toko di pasar tanggo rajo ilir kuala tungkal. Alex pedagang beras, mengatakan kalau beras yang ada di gudangnya datangnya beragam. Ada yang berasal dari Palembang, lokal dan juga dari Padang. Untuk minat pembeli, kembanyakan mencari beras yang harganya di bawah 10 ribu, katanya.

Mendengar penjelasan pedagang pasar, Dandim menghimbau, agar para pedagang lebih selektif lagi dalam membeli beras. Jangan sampai pedagang tergiur membeli beras impor dari luar negeri.

(sun)

 

 


Berita Terkait