iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, MERANGIN Anggota Komisi I DPRD Merangin dari Dapil IV, Husri, menyayangkan lambannya kinerja Pemkab Merangin dalam menyikapi spekulasi ke pihak perusahaan kopi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor komodoti kopi.

300 ton pertahun  kopi asal Kecamatan Jangkat, Sungai Tenang dan Kecamatan Lembah Masurai keluar dari Merangin. Sementara Merangin hanya menjadi penonton terbaik, ujar husri, Selasa (10/3).

Dikatakanyya, jika hal ini dikelola dengan baik. maka PAD Merangin akan Mencapai puluhan miliar setiap tahunnya. Oleh sebab itu, dirinya menyarankan agar Pemkab Merangin segera mengelola komoditi kopi yang berasal dari Merangin.

Karena tidak sedikit jumlah kopi Merangin yang menjadi Brand daerah luar, sedangkan Merangin mendapatkan kerugian yang cukup fantastis, ucapnya..

Dikatakannya, lahan yang akan dibebaskan oleh Kementrian Kehutanan seluas 8000 Ha. "Semuanya itu ditumbuhi tanaman kopi," pungkasnya.

(cr6)

 

 

 


Berita Terkait