JAMBIUPDATE.COM, MUARATEBO - Upaya Suku Anak Dalam (SAD) Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo untuk menjalankan program konservasi sepertinya tidak main-main.
Sebelumnya, mereka hanya berencana akan membuka usaha penangkaran dan pengemukan labi-labi. Namun, berikutnya mereka akan membuat penangkaran Rusa dan Kijang hutan.
"Awalnya hanya itum Namun setelah melalui diskusi dan rapat anggota Perkumpulan Pelita Kita (Peta), kita akan melakukan penangkaran Rusa dan Kijang hutan untuk dikembangkan," ujar Pimpinan PETA, Oktaviandi Muhklis yang sudah bertahun melakukan pendampingan terhadap SAD Kilis, Kamis (19/2).
Lebih jauh, Andi menerangkan, program yang tengah dirancangnya itu untuk memberi pemahaman dan pendidikan kepada SAD akan pentingnya konservasi SDA. Memberi peluang usaha kepada SAD untuk melakukan budidaya hewan yang hampir punah, diantaranya labi-labi, kijang dan rusa dengan pola konservasi SAD.
Terpisah pimpinan atau Temenggung SAD Kilis, Tupang Besak, pihaknya sudah menjalankan program konservasi tersebut.
"Kita sangat terbuka bagi siapapun. Yang jelas, selagi mereka yang datang dengan niat baik, akan kita sambut dengan baik," pungkasnya.
(bjg)
