iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL - Saat ini di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

beredar isu ada ikan yang diduga berformalin dijual bebas dipasaran.

Masuknya ikan ini diduga berasal dari luar daerah Kabupaten Tanjabbar. Terendusnya peredaran ikan ini diakibatkan laporan dari masyarakat yang mencurigai ikan yang beredar dipasaran.

Mendengar adanya peredaran ikan berformalin. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat berencan membawa beberapa jenis sampel ikan yang ada di tempat penampungan ikan untuk dilakukan uji sampel ke BPOM Provinsi Jambi, langkah ini dilakukan DKP Tanjabbar untuk mencegah peredaran ikan berformalin di pasar-pasar Tanjabbar.

Kabid Pembinaan Usaha dan Pengelolaan Hasil Perikanan, DKP Tanjabbar Suprapto melalui Kasi pengawasan penangkapan ikan, rika., mengatakan bahwa ada dua jenis ikan yang akan dibawa pihak DKP ke BPOM untuk dilakukan uji labor yakni ikan sarden dan ikan tongkol.

" Ikan yang kita curigai, besok akan kita bawa ke BPOM jambi untuk kita uji," ujarnya kepada jambiupdate.com, Rabu(4/2).

Sejauh ini diakuinya, bahwa peredaran ikan di Tanjabbar bebas formalin, karena ditangkap oleh nelayan-nelayan, namun menurutnya tak menutup kemungkinan ada ikan yang beredar di pasaran saat ini mengandung formalin, karena di tempat penampungan ikan menerima juga ikan dari luar tangkapan nelayan yang ada di Tanjabbar.

" Ini yang kita khawatirkan sehingga akan di uji labor, dua jenis ikan yaitu tongkol dan ikan sarden karena berasal dari luar," jelasnya.

(sun)

 


Berita Terkait



add images