iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK - Warga yang memiliki lahan tidak jauh dari lokasi Taman Nasional Berbak (TNB) saat ini enggan memanen hasil kebun mereka.

Pasalnya semenjak pihak balai TNB mengklaim lahan warga masuk ke kawasan pada 2005 lalu, warga mengaku merasa was-was untuk beraktifitas di kebun yang sudah turun temurun mereka kelola.

Salah seorang warga yang pernah ditakuti pihak balai TNB adalah Darno warga asal Desa Rantau Rasau Kecamatan Berbak. Dia mengakui pernah mengalami pengusiran oleh petugas patroli balai TNB.

"Warga lain saat ini cukup takut untuk memanen hasil kebun. Ketakutan warga dikarenakan ancaman denda dan pidana kurungan yang disampaikan oleh pihak balai TNB," kata Darno, kepada jambiupdate.com, Jumat (30/1).

Terpisah, Kepala TNB Agustinus Rante Lembang membantah pihaknya mengambil wilayah lahan milik warga. Dahulu pihaknya memiliki batas TNB dengan lahan warga yang dikeluarkan Balai Pemantapan Hutan Pangkal Pinang. Tapi karena dimakan usia, batas tersebut hilang. 

"Tapi kan kami tetap memiliki titik koordinat walaupun batas dilapangan hilang, dan titik koordinat ini kami miliki sudah lama sekali," beber Agustinus.

(yos)

 


Berita Terkait



add images