JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL - Macetnya pasokan air dari PDAM Tirta Pengabuan Tanjabbar, membuat sebagian warga di Kualatungkal, mengeluh. Seperti warga Parit II Kelurahan Patunas, Tungkal Ilir. Bahkan, sudah sebulan mereka mengalami masalah krisis air bersih.
Bahkan ada warga yang terpaksa nekat membuat sumur darurat dengan menggali lumpur untuk mendapatkan air. Air yang sudah diambil sebelum dipakai diendapkan semalam untuk menurunkan lumpurnya. Kami terpaksa memakainya, walaupun beraroma tak sedap tapi lumayan untuk MCK," aku Rumiati warga Patunas, Selasa (27/1).
Asisten II Setda Tanjabbar, Syafriwan, mengatakan untuk air bersih sekarang ini masih melakukan uji coba penggunaan sumber air panting, sehingga menyebabkan air PDAM belum stabil.
"Karena sekarang masih uji coba, dan untuk tahap pertama ini, kami minta tekanannya 30 liter perdetik. Karena ditakutkan nanti banyak pipa yang pecah kalau jika terlalu dipaksakan tidak mampu menahan tekanan airnya terlalu besar. Sebab untuk parit panting tekanannya bisa mencapai 200 liter perdetiknya baru bisa normal," jelasnya
Direktur PDAM Tirta Pengabuan Ustayadi, ketika dikonfirmasi mengatakan untuk jalur air parit II, diakuinya memang ada gangguan dampak dari kerusakan pada mesin pompa parit II. Memang ada kerusakan mesin. Itulah penyebabnya air tidak mengalir. Kalau tidak ada halangan hari ini barangnya datang, besok kita pasang, pungkasnya.
(sun)
