JAMBIUPDATE.COM, SAROLANGUN Dinas Perkebunan dan Kehutanan di 2015 ini mengusulkan bantuan bibit karet sebanyak 2 juta bagi petani di Sarolangun.
Selain bibit karet, bantuan bibit yang berpotensi lainnya seperti garu, matoa, jabon, dan tanaman lokal jernang juga diusulkan.
Tahun 2015 ini sudah kami usulkan bibit karet untuk 2.000 hektare, satu hektare sekitar 500 bibit. Kami sekarang fokus pemberdayaan masyarakat, dengan peningkatan ekonomi melalui kegiatan perkebunan dan kehutanan, ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sarolangun Ir Joko Susilo, kepada jambiupdate.com, Senin (26/1).
Sedangkan tanaman Jabon, kata dia, merupakan tanaman yang diperkenalkan kepada masyarakat yang berpotensi ekonomi, dan tidak tertumpu pada karet.
Untuk mendapatkan bibit, ada syarat yang harus dipenuhi, misalnya, status petani, ada kelompok tani. Selain itu, diketahui kades, camat, dan sampaikan ke dinas teknis. Teknis menurunkan tim untuk melihat calon petani calon lokasi (CPCL). Ini untuk memudah pembinaan," ucap Joko.
Saat ditanya mengenai adanya penurunan harga karet, Joko mengatakan saat ini kesempatan untuk melakukan peremajaan. "Walaupun harga karet turun, karet tua diremajakan, kayu bernilai ekonomis, ini kesempatan melakukan peremajaan," pungkasnya.
(feb)
