iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK Pasca penurunan harga BBM beberapa waktu lalu, mayoritas pemilik angkutan sungai dan laut di Tanjabtim, masih enggan menurunkan tarif angkutan.

"Tingginya biaya operasional dan suku cadang, masih menjadikan faktor utama pemilik angkutan enggan turunkan tarif angkutan komersil lintas daerah tersebut," ujar Kadishub Tanjabtim, Hadi Firdaus, kepada jambiupdate.com, Minggu (25/1).

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, dari 17 tujuan angkutan komersil lintas daerah yang ada di Tanjabtim, hanya ada 4 tujuan angkutan yang telah menurunkan tarifnya, yakni tujuan Mendahara - Kuala Jambi, Mendahara - Mendahara Tengah, Mendahara - Muara Sabak dan tujuan Nipah Panjang - Pulau Berhala.

"Sedangkan 13 tujuan angkutan lainnya tidak menurunkan tarif. Beberapa angkutan komersil lintas daerah yang tidak menurunkan tarif adalah tujuan Muarasabak-Batam yang tarifnya Rp 420 ribu per orang, tujuan Muara Sabak-Tungkal tetap Rp85 ribu per orang dan Sadu-Jambi tarifnya Rp120 ribu per orang," paparnya.

Menurutnya, untuk angkutan komersil lintas daerah penentuan tarifnya adalah kewenangan pihak Pemprov Jambi.

"Sedangkan kami hanya sebatas melakukan pengawasan dan monitoring dilapangan. Namun kami tetap menghimbau agar pemilik angkutan air untuk menyesuai  harga tarif angkutannya dengan turunnya harga bbm," urainya.

(yos)

 

 

 


Berita Terkait