JAMBIUPDATE.COM, MUARABULIAN - Aktivitas Seismik Pertamina Jambi dalam upaya mencari titik sumber minyak di wilayah Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, mulai dikeluhkan warga.
Bagaimana tidak, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun jambiupdate.com, pengguna jalan mengeluhkan adanya penghentian oleh petugas berpakaian merah hingga lebih kurang 15 menit di wilayah tersebut. Sehingga menyebabkan antrean panjang kendaraan yang bisa menyebabkan rawan laka lantas.
"Situasi ini berlebihan, ketika disuruh lewat dengan waktu bersamaan maka ini akan menimbulkan bahaya lakalantas," ujar beberapa pengendara, kepada jambiupdate.com, minggu (25/1).
Salah satu ibu rumah tangga di RT 04 Desa Tebing, Kecamatan Pemayung, yang saat ini masih proses membangun rumah juga mengeluhkan aktivitas seismik. Pasalnya pengeboman dan kabel yang melewati lahan perkebunanya, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
"Kemarin mereka hampir melakukan pengeboman di dalam kebun tanpa seizin saya," ujarnya.
Pengeboman yang dilakukan yang tidak jauh dari rumah milik warga yang saat ini masih dalam proses penyelsaian, akibatnya rumah warga menjadi retak. Pasalnya, daya getar pengeboman untuk mencari titik sumber minyak cukup tinggi.
"Rumah saya jadi retak akibat pengeboman, padahal kami baru saja memperbaiki," ungkapnya.
(adi)
