iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL - Pengerjaan pembangunan dermaga penyeberangan pompong yang bereda di Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, yang dikerjakan pihak rekanan di 2014 lalu diduga dikerjakan asal jadi.

Taslim, Kades Sungai Landak, mengakui kejanggalan pembangunan, karena pengerjaan proyek dermaga ini seharusnya dikerjakan dalam waktu 6 bulan, namun pada kenyataanya hanya dikerjakan dalam waktu 3 bulan.

Selain itu, pembangunannya juga tidak disertai turab yang bisa membuat tanah ditepian sungai runtuh.

Dikerjakan rekanan dari Jambi. Saya menyayangkan hasil pekerjaan dermaga tidak sesuai dengan harapan masyarakat, ujar Taslim, kepada jambiupdate.com Selasa (13/1).

Padahal, kata dia, anggaran pembangunan dermaga tambatan kapal itu menelan anggaran satu milliar lebih tapi dalam prosesnya dikerjakan seadanya. "Itu kita bisa lihat, kita sangat kecewa, anda bisa lihat sendiri," sebutnya.

(sun)

 


Berita Terkait