JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK - Sekitar limapuluhan orang lebih sekitar pukul 12.00 WIB menggeruduk kantor DPRD Tanjabtim. Maksud kedatangan masa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Peduli Tanjabtim (Gempita) ini menyampaikan kekecewaannya terhadap tapal batas Taman Nasional Berbak (TNB). Koordinator lapangan (korlap) aksi, Edi meminta kejelasan status tapal batas TNB yang seharusnya menjadi kewenangan Balai Pemantapan Kawasan Hutan dalam hal ini Dirjen Plonologi Kemenhut
"Selama ini pihak pengelola TNB hanya mengacu pada garis koordinat yang telah ada di GPS. Masyarakat tidak tahu apa itu GP, masyarakat hanya ingin melihat dimana letak tapal batas tersebut dengan memasang rambu-rambu larangan berupa patok permanen," pekiknya.
Disamping itu pendemo juga menuntut kepada aparat penegak hukum untuk serius dan transparan dalam penegakan hukum khususnya program cetak sawah yang telah dilaporkan ke Mapolres.
"Sebab berbagai program cetak sawah telah dogelontorkan sejumlah dana," tegasnya.
Ketua DPRD Tanjabtim, Romi Haryanto yang langsung menemui pengunjuk rasa mengungkapkan, apa yang disampaikan pendemo akan sama-sama diperjuangkan.
"Kalau perlu kita langsung mendatangi kepala TNB, jang penting ada jaminan demo ini jangan anarksi," pinta Romi.(yos)