iklan Tekan Konflik Sosial, Ketua DPRD Merangin Rifaldi Dukung Penuh Langkah Polisi Sita Senjata Warga SAD
Tekan Konflik Sosial, Ketua DPRD Merangin Rifaldi Dukung Penuh Langkah Polisi Sita Senjata Warga SAD

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Langkah cepat Kepolisian Resor (Polres) Merangin dan Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dalam mengamankan dan menyita senjata api ilegal milik warga Suku Anak Dalam (SAD) diapresiasi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin, Rifaldi, S.Tr.AP.

Tindakan tegas ini dilakukan menyusul terjadinya insiden penyerangan terhadap Mapolres oleh kelompok tersebut.

BACA JUGA: Malam Ini Penutupan MTQH ke-55 Jambi, Maulana Ajak Masyarakat Hadir dan Ramaikan UMKM

?Menurut Rifaldi, penyitaan senjata ilegal merupakan langkah yang sangat baik dan krusial untuk menekan dampak negatif di tengah masyarakat.

?”Penggunaan senjata ilegal ini sangat berbahaya. Karena masyarakat pun takut, ketika terjadi konflik, mereka mulai membawa senjata-senjata itu,” ungkap Rifaldi.

BACA JUGA: Polda Jambi Mutasi Sejumlah Perwira, Kasatresnarkoba dan Kasatsamapta Polresta Jambi Berganti

?Rifaldi menyoroti bahwa gesekan yang terjadi sering kali berlokasi di wilayah teritorial lembaga adat masyarakat setempat, dan bukan di wilayah domisili masyarakat SAD itu sendiri.

?Sebelum terjadinya penyerangan ke Mapolres, pihak DPRD Merangin sebenarnya telah mengambil langkah preventif dengan berkolaborasi bersama Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Kolaborasi tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas Lembaga Adat guna meredam potensi konflik yang kerap memanas antara masyarakat adat setempat dengan warga SAD.

?Dengan ditariknya peredaran senjata rakitan ilegal dari kelompok tersebut, legislatif berharap keamanan dan ketertiban di Kabupaten Merangin dapat kembali kondusif.

BACA JUGA: Siapa yang Dipilih Maulana? Tiga Nama Mencuat Ganti A. Ridwan di Kursi Sekda Kota Jambi

?”Kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Merangin dan Polda Jambi yang telah berhasil menangkap dan menyita alat-alat senjata ilegal tersebut. Kita harap tidak ada lagi konflik sosial yang terjadi (ke depannya),” pungkasnya. (aan)


Berita Terkait



add images